Idul Fitri dan Lonjakan Perceraian: Realita Sosial di
Balik Hari Kemenangan
Oleh: Yasmita
Realita
Data: Lonjakan Gugatan Cerai Pasca-Lebaran
Pengadilan Agama Tigaraksa adalah satu dari sekian banyak lembaga peradilan agama di Indonesia yang mencatat lonjakan perkara cerai pasca-Idul Fitri. Dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah perkara cerai yang masuk di hari pertama kerja setelah libur Lebaran:
|
Tahun |
Tanggal Masuk Kerja |
Jumlah Perkara
Terdaftar |
|
2024 |
16 April |
24 perkara |
|
2025 |
08 April |
46 perkara |
Data ini mencerminkan fenomena sosial yang perlu dikaji lebih dalam, mengingat Idul Fitri seharusnya menjadi momen rekonsiliasi dan penguatan hubungan keluarga.
Mengapa Justru Cerai Setelah Lebaran?
Banyak pasangan memilih menunda
proses perceraian selama
bulan Ramadan karena
alasan
moral dan religius. Mereka berharap bulan
suci dapat memperbaiki hubungan, atau
sekadar
menjaga keharmonisan
sementara demi keluarga besar.
2. Ledakan Konflik saat
Berkumpul
Alih-alih mempererat hubungan, momen mudik dan berkumpul
justru memperbesar
potensi konflik. Ketika keluarga besar terlibat, masalah yang selama ini terpendam bisa mencuat ke permukaan.
3. Tekanan Ekonomi
dan
Psikologis
Setelah Lebaran,
pasangan menghadapi
tekanan finansial
akibat pengeluaran
besar saat
Ramadan dan
mudik. Hal ini bisa memperburuk hubungan yang sudah
rapuh.
4. Harapan yang
Tidak Terpenuhi
Sebagian pasangan menaruh
harapan tinggi bahwa
Ramadan dan Lebaran akan memperbaiki
suasana rumah tangga. Ketika
harapan itu tidak terpenuhi, keputusan untuk bercerai pun
menjadi final.
Hakim Pengadilan Agama juga mencatat bahwa banyak pasangan yang datang
ke pengadilan
dengan alasan "sudah tidak ada kecocokan", namun
akar masalahnya lebih
kompleks dan telah
berlangsung lama.
Harapan dan Solusi
Pengadilan Agama sendiri telah memiliki program mediasi wajib bagi pasangan yang ingin
bercerai. Namun, tingkat keberhasilannya masih rendah karena banyak pihak yang datang sudah dalam kondisi “final decision”. Oleh karena
itu,
intervensi lebih awal melalui lembaga sosial, tokoh agama, dan keluarga
inti sangat dibutuhkan.
Penutup
Idul
Fitri adalah simbol
kemenangan dan kebersamaan, namun data menunjukkan bahwa realitas sosial tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Lonjakan angka
perceraian setelah Lebaran
bukan hanya angka,
tetapi cermin dari kondisi rumah
tangga masyarakat
kita.
Semoga fenomena ini menjadi refleksi bersama bahwa
maaf
dan damai bukan hanya untuk hari raya,
tetapi harus menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari
dalam rumah tangga.
Daftar Pustaka
1. Data Internal
Pengadilan Agama Tigaraksa, 2024 & 2025.
2. Kompas.com.
(2023). Lonjakan Gugatan Cerai Usai
Lebaran, Ini Kata Pakar. [Online].
3. Kementerian Agama RI. (2022). Panduan Edukasi Pranikah untuk Pasangan Muda.
4. Detik.com. (2021). Faktor Penyebab Perceraian di Indonesia:
Dari Ekonomi hingga Perselingkuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar